Rabu, 13 Juni 2012

Artikel Lingkungan Hidup


LINGKUNGAN HIDUP
            Tentunya kita semua tidak asing lagi dengan istilah global warming alias pemanasan global, ini merupakan permasalahan yang sedang kita alami di bumi ini. Pemanasan global diakibatkan karena lapisan atmosfer yang berfungsi untuk menyaring dan menyerap panas dari radiasi panas matahari sudah menipis akhirnya atmosfer sudah tidak dapat bekerja secara maksimal dan mengakibatkan bumi ini menjadi terasa semakin panas, suhu bumi semakin meningkat.
            Dalam keadaan normal atmosfer akan memberikan radiasi terhadap bumi dengan batas yang wajar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh bumi ini. Radiasi ada yang di pantulkan kembali dan ada juga yang meresap ke dalam bumi, panas ini lah yang digunakan untuk membuat hangat suhu bumi agar tidak dingin, akan tetapi sekarang kita merasakan panasnya suhu bumi yang sangat luar biasa ini, apa penyebab kenaikan suhu di bumi? Jawabannya yaitu tenttu saja karena kinerja atmosfer yang tidak dapat maksimal dikarenakan kerusakan sistem pada atmosfer atau sering orang menyebutnya dengan “kebocoran atmosfer” yang menyebabkan radiasi dari sinar matahari yang diterima oleh bumi, menjadi tidak terkontrol dan terkendali sesuai dengan kebutuhan.
            Penyebab menipisnya atmosfer dikarenakan ulah manusia yang bertidak tidak peduli terhadap lingkungan, diantaranya yaitu: limbah pabrik, limbah rumah tangga, penebangan hutan besar-besaran, minyak wangi dan lain-lain. Masih banyak lagi penyebab penyebab yang lainnya. Perlu kita ketahui bahwa satu liter bensin yang biasa kita gunakan untuk kebutuhan kita berkendara juga termasuk sikap yang dapat membuat menipisnya atmosfer bumi tercinta ini, bagaimana caranya agar dapat mengembalikan seperti semula? Jawabannya kita tidak akan dapat mengembalikan seperti semula karena sudah terlanjur menipis, yang dapat kita lakukan hanyalah kiat-kiat untuk meminimalisir aktifitas-aktifitas yang dapat merugikan lingkungan.
            Misalnya saja kita membudayakan berjalan kaki ketika memang jarak yang akan kita tempuh dapat di jangkau dengan jalan kaki, menanam pohon disekitar lingkkungan, jangan malah menebang pohon yang ada, karena dengan banyaknya pohon akan dapat memperbanyak produksi oksigen, yang sangat bermanfaat untuk kita semua sebagai makhluk hidup yang sangat membutuhkan akan oksigen dan juga dapat memperlambat penipisan lapisan ozon.
            Melihat fenomena alam dalam lingkungan ini yang sangat memprihatinkan, marilah kita sayangi lingkungan, menjaga amanah dari Allah dengan baik, dan tidak merusak ciptaan yang sudah di amanahkan kepada kita sebagai hambaNya. Sadarkan diri dan orang-orang dilingkungan kita agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua dzat yang telah di ciptakan oleh Allah SWT. 

KIAT MEMILIH PERGURUAN TINGGI


KIAT MEMILIH PERGURUAN TINGGI
Para lulusan SMA sederajat baru-baru ini dapat dikatakan sedang “galau”, apa yang menyebabkan mereka galau?, pertanyaan itu muncul dalam benak para pembaca sekalian. Penyebab kegalauan mereka adalah akan dibawa kemana kelanjutan pendidikan mereka, akankah mereka tetap melanjutkan pendidikan dalam bangku formal atau bekerja, Semua pilihan tergantung kondisi masing-masing. Bagi siswa berprestasi silahkan mencari informasi mengenai beasiswa-beasiswa yang di sediakan untuk siswa berprestasi. Yang perlu diperhatikan keyika akan memilih perguruan tinggi adalah pertama harus menyesuaikan minat, cita-cita dan bakat yang dimiliki, caranya dengan melihat nilai-nilai yang di dapatkan ketika ada test dan minat terhadap pelajaran yang disukai.
            Tahap yang kedua memilih perguruan tinggi (PT) yang berakreditasi karena akan menentukan arah masa depan, prospek kedepan ketika memilih program studi, dan juga biaya yang sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masing lulusan siswa SMA sederajat ketika sudah cocok antara biaya dan program studi bisa mulai menentukan pilihannya akan memilih ke perguruan tinggi yang mana, bisa mencari informasi mengenai profil-profil PT melalui internet, media cetak, televise, teman, guru, tetangga dan lain sebagainya. Semua dapat menjadi sumber untuk mencari informasi mengenai PT yang sesuai dengan informasi yang ada.
            Sesudah mempunyai berbagai pilihan dengan informasi-informasi yang di dapat, segera diskusikan kepada orang tua, karena yang akan menanggung biaya selanjutnya adalah rang tua tujuannya agar orang tua dapat mempersiapkan untuk biaya selanjutnya yang tentunya lebih membengkak jika dibandingkan dengan sebelumnya, semoga kiat ini dapat menjadi wacana yang bermanfaat bagi orang tua, maupun siswa yang sedang berfikir mengenai akan kemana setelah lulus SMA sederajat.

Senin, 14 Mei 2012

TEKNIK PENULISAN BUKU ILMIAH

TEKNIK PENULISAN BUKU ILMIAH
  • Pengertian Buku Ilmiah
Menurut Prof.Komaruddin ddan Dra. Yooke tjuparmah S. Komaruddin .M.Pd. dalam bukunya Kamus istilah Karya Tulis ilmiyah, buku Ilmiyah adalah bukku yang berisi pemaparan dan penjabaran suatu bidang ilmu pengetahuan. Umumnya di dasarkan pada premise, asumsi,hipotesa atau teas, metodologi ilmiyah yang di gunakan dan pradigma yang jelas.
Sedangkan dalam buku yang bejudul Pedonan Penulisan Karya ilmiyah guru , bukku Ilmiyah adalah karya tulis yang berisi bahanpelajaran yang di gunakan untuk meninngkatkan kwalitas pembelajaran.
Jadi, buku ilmiah adalah buku yang di susun secara ilmiyah dan terstruktur , sehingga akan lebih mudah dan di pelajari dan di pahami.
  • Tujuan Penulisan Buku Ilmiah
  • Tujuan umum
Menambah wawasan kita semua seebagai Mahasiswa fakultas Tarbiyah, yang nantinya didesain sebagai calon pendidik.
  • Tujuan khusus
Secara khusus tujuan khusus teknik buku ilmiyah adalah :
Agar para mahasiswa dapat memahami pengertian buku ilmiyahdan mampu menyusunnya dan mampu mengetahui teknik penulisan ilmiyah yang telah di tetapkan.
Agar para mahasiswamengetahui langkah –langkah yang harus di lakukan dalam pembuatan buku ilmiyah.
Agar para mahasiswa mengetahui lebih jauh contoh –contoh buku ilmiyah yang lain , selain buku pelajaran atau buku pegangan.
  • Ruang Lingkup Buku Ilmiah
  • Bagian awal
Halaman sampul
Halaman judul
Kata pengantar
Daftar isi
  • Bagian inti
Pendahuluan
Pembahasan
Penutup
  • Bagian akhir
Daftar pustaka
Pernyataan keaslian tulisan
Lampiran
Riwayat hidup
  • Langkah-Langkah Penyusunan Buku Ilmiah
Penemuan gagasan menulis
Hal-hal yang yang dilakukan sebelum membuat tulisan
Memperbanyak membaca buku
Memperhatikan fenomena kehidupan
Melakukan survei buku
Mempelajari segmen pembaca
Mendiskusikan topik
Perumusan
  • Langkah-langkah perumusan tulisan
Menentukan tema
Menentukan topik
Merumuskan judul
Menyiapkan regangan (outline)
Menyiapkan sumber suara
Mulai menulis buku
Langkah-langkah menullis buku
Menggunakan rumusan 4W+1H
Mennuliskan gagasan secara tematis
Jangan memikirkan tata bahasa
Menulis tidak selalu dimulai dari bab awal
  • Contoh-Contoh Buku Ilmiah
Bukku pelajaran
Modul
  • Diktat
  • Ciri-ciri Buku Diktat :
Diktat umumnya di susun oleh guru untuk mengajar keperlusn sendiri.
Diperbanyak dan diedarkan secara terbatas.
Cakupan isi doktat menyelirih akan tetapi singkat.
Cakupan banyak Diktat setelah di sempurnakan akhirnya menjadi buku pelajaran. Sehingga serinng di katakana diktat adalah calon buku pelajaran.
  • Terjemah
  • Syarat menjadi seorang penerjemah:
Menguasai materi yang akan diterjemahkan
Menguasai bahasa asing (bahasa sumber)
Menguasai bahasa Indonesia (atau bahasa penerima)
Menguasai teknik penerjemahan
Editor

TEKNIK PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN

TEKNIK PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN
 
  • Tujuan Penulisan Laporan Hasil Penelitian
Menurut Moh Nazir . Ph. D dalam bukunya METODE PENELITIAN.  Laporan hasil penelitian di susun bertujuan untuk :
Pertama : sebagai media komunikasi antara peneliti dengan pembaca ataupun antara peneliti dengan badan – badan yang akan menggunakan hasil pennelitian tersebut.
Kedua : sebagai penyampaian pengalaman peneliti dalam meneliti dan hassil – hasilnya kepada masyarakat.

  • Pengertian Laporan Hasil Penelitian
Makna laporan (dari kata latin , reporto)adalah “ membawa kembali , menyampaikan ,atau mengorbankan ‘.
Laporan hasil penelitian termasuk laporan ilmiah bersifat akademis yang secara formal di tujukan bagi pembaca tertentu dan terbatas dalam lingkungan akademis, harus tetap menjaga nilai-nilai komunikatif, yakni enak di baca, mudah di fahami, dan objektif.

  • Ruang Lingkup Laporan Hasil Penelitian
Format dan sistematika penulisan.
Tujuan dan manfaat penyusunan laporan .
Pembaca yangmenjadi sasaran untuk membaca laporan
Etika kepenulisan
Dimensi tujuan
Dimensi sarana
Dimensi aksi atau politik

  • Langkah Penyusunan Laporan
  • Bagian awal
Halaman judul
Halaman pendahuluan
Halaman daftar isi
Halaman daftar table (jika ada)
Halaman daftar gambar (jika ada)
Halaman lempiran (jika ada)
  • Bagian Inti
Interpretasi / diskusi Kesimpulan dan Saran – Saran hasil Metodolagi hipotesis (jika belum di cakup pada pasal sebelumnya) penelaahan kepustakaan termasuk perusumusan hipotesis (jika tidak di sediakan tersendiri,
  • Bagian Akhir
Daftar pustaka
Lampiran-lampiran (jika ada),

Kamis, 10 Mei 2012

ARTIKEL LINGKUNGAN HIDUP

LINGKUNGAN HIDUP
    Tentunya kita semua tidak asing lagi dengan istilah global warming alias pemanasan global, ini merupakan permasalahan yang sedang kita alami di bumi ini. Pemanasan global diakibatkan karena lapisan atmosfer yang berfungsi untuk menyaring dan menyerap panas dari radiasi panas matahari sudah menipis akhirnya atmosfer sudah tidak dapat bekerja secara maksimal dan mengakibatkan bumi ini menjjadi terasa semakin panas suhu bumi semakin meningkat.
    Dalam keadaan normal atmosfer akan memberikan radiasi terhadap bumi dengan batas yang wajar sesuai dengan yang dibutuhkan oleh bumi ini. Radiasi ada yang di pantulkan kembali da nada juga yang meresap ke dalam bumi, panas ini lah yang digunakan untuk membuat hangat suhu bumi agar tidak dingin, akan tetapi sekarang kita meerasakan panasnya suhu bumi yang sangat luar biasa ini, apa penyebab kenaikan suhu di bumi? Jawabannya yaitu tenttu saja karena kerja atmosfer yang tidak bisa maksimal dikarenakan kerusakan system pada atmosfer atau sering orang menyebutnya dengan “kebocoran atmosfer” yang menyebabkan radiasi dari panas matahari yang seharusnya dimengatur radiasi yang akan diterima oleh bumi menjadi tidak terkontrol dan terkendali sesuai dengan kebutuhan.
    Penyebab menipisnya atmosfer dikarenakan ulah manusia yang bertidak tidak peduli terhadap lingkungan, diantara yaitu: limbah pabrik, limbah rumah tangga, penebangan hutan besar-besaran, minyak wangi dan lain-lain. Masih banyak lagi penyebab penyebab yang lainnya. Perlu kita ketahui bahwa sattu liter bensin yang biasa kita gunakan untuk kebutuhan kita berkendara juga termasuk sikap yang dapat membuat menipisnya atmosfer bbumi kita tercinta ini, bagaimana cara kita agar dapat mengembalikan seperti semula? Jaawabannya kita tidak akan dapat mengembalikan seperti semula karena sudah terlanjur menipis, yang dapat kita lakukan hanyalah kiat-kiat untuk meminimalisir aktifitas-aktifitas yang merugikan lingkungan.
    Misalnya saja kita budayakan jalan kaki ketika memang jarak yang akan kita tempuh dapat di jangkau dengan jalan kaki, menanam pohon disekitar lingkkungan kita jangan malah menebang pohon yang ada karena dengan banyaknya pohon akan dapat memperbanyak produksi oksigen yang sangat bagus untuk kita semua sebagai makhluk hidup yang sangat membutuhkan akan oksigen dan dapat memperlambat penipisan oksigen.
    Melihat fenomena alam dalam lingkungan hidup kita yang sangat memprihatinkan, marilah kita sayangi lingkungan kita, menjaga amanah dari yang maha kuasa dengan baik tidak merusak yang sudah di amanahkan kepada kita sebagai hambaNya. Sadarkan diri dan lingkungan agar tercipta lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua dzat yang telah di ciptakan yang maha segalanya.    

TEKNIK PENULISAN MAKALAH

TEKNIK PENULISAN MAKALAH
    Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang berisi pendapat yang turut membahas suatu pokok persoalan atau topik dan ditulis secara sistematis dan runtut, logis serta objektif yang disajikan untuk forum.
 A. Tujuan penulisan makalah
  • Menyampaikan gagasan
  • Memenuhi tugas dalam studi
  • Mendiskusikan gagasan dalam
  • Mengikuti perlombaan
  •  Menyebarluaskan ilmu pengetahuan atau hasil penelitiian
B. Ruang lingkup penulisan makalah
  • Menyusun pola pikir
  • Mengenali persoalan
  • Menentukan tujuan
  • Menentukan kepada siapa makalah disajikan, untuk tataran pembaca ada empat:
  • Tingkat pandidikan
  • Tingkat pengalaman
  • Pekerjaan
  • Hubungan penyaji dan pembaca
  • Pengumpulan bahan dan pengolahan data
C. Penulisan makalah
  • Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  • Pengetikan format penulisan
  • Pencantuman kutipan
  • Pembuatan catatan kaki
  • Penulisan daftar pustaka
  • Koreksi akhir makalah
D. Langkah penyusunan makalah
  • Menentukan tema dan judul makalah
  • Pendahuluan
  • Permasalahan
  • Pembahasan
  • Penutup:
  • Simpulan
  •  Saran

TEKNIK PENULISAN KORAN/MAJALAH

TEKNIK PENULISAN ARTIKEL KORAN/MAJALAH
  1. Pengertian artikel
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia): karya tulis lengkap di media massa seperti surat kabar, majalah, tabloid dan sebagainya.
Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka: karangan di surat kabar, majalah dan sebagainya
Kamus lengkap karya Prof. Drs. S. Wojowasito dan W. J. S Poerwodarmito: artikel berarti karangan
Menurut Haris Sumadiria: tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversi dengan tujuan untuk memberitahu (informatif) dan meyakinkan (persuasive argumentatif) , atau menghibur khalayak pembaca (rekreatif)
Jadi pengertian artikel Koran adalah tulisan lepas seseorang yang berisi opini seseorang tentang pemikiran-pemikirannya dalam segala aspek di kalangan masyarakat yang diterbitkan di media cetak Koran, sedangkan pengertian artikel majalah sama seperti artikel di Koran hanya saja yang membedakan adalah termuat di dalam sebuah majalah.  

2. Tujuan penulisan artikel
  • Informasi
 untuk menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat yang seluas-luasnya. Setiap informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteria dasar: actual, akurat, factual, menarik/penting, benar, lengkap, utuh, jelas, jujur, berimbang, relevan, bermanfaat dan etnis.
  • Edukasi
Untuk menyampaikan informasi yang mendidik (to educated)
  • Koreksi
Untuk mengawasi atau mengontrol kekuasaan legislative, eksekutif, dan yudikatif agar kekuasaan mereka tidak menjadi korup dan absolut.s
  • Rekreasi
Untuk menghibur atau sebagai wahana rekreasi yang menyenangkan sekaligus yang menyehatkan bagi semua lapisan masyarakat. Artinya apapun pesan rekreatif yang disajikan. Tidak boleh yang bersifat negative apalagi destruktif.
  • Mediasi
Untuk menghubungkan berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai dibelahan bumi dengan kita sebagai pembaca.
3. Ruang lingkup artikel Koran/majalah
  • Artikel praktis
Artikel yang bersifat petunjuk praktis tentang cara melakukan sesuatu (how to do it) misalnya petunjuk cara membuka internet, cara praktis merawat tanaman bonsai, kiat ramping dalam waktu 15 hari.
  • Artikel ringan
Artikel ini lazim ditemukan pada rubrik anak-anak, remaja, wanita, dan keluarga. Artikel jenis ini banyak mengangkat topik balasan yang ringan dengan cara penyajiannya yang ringan pula, dalam arti tidak menguras fikiran kita untuk menerima atau mencernanya, kita sebagai pembaca tidak memerlukan persiapan dan perhatian secara khusus. 
  • Artikel halaman opini
Artikel ini lazim ditemukan pada halaman khusus opini bersama tulisan opini yang lain yakni tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom dan surat pembaca. Artikel opini mengupas suatu masalah secara serius dan tuntas dengan merujuk pada pendekatan analitik akademis, dan sifatnya terlalu berat.
  • Artikel analisis ahli
Artikel ini biasanya kita temukan pada halamn-halaman muka, berita atau halaman utama atau rubrik-rubrik khusus tertentu, sesuai dengan namanya, artikel jenis ini ditulis oleh ahli atau pakar dibidangnya dalam bahasa yang popular dan omunikatif.
D. Langkah penyusunan artikel Koran/majalah
  • Temukan sumber ide artikel
Menurut Prof. Wayne N. Thompson dalam fundamental of Communication (1957). Sumber ide yang diangkat dari sumber topik dapat dilacak dari, antara lain: pengalaman pribadi, hobi atau keterampilan. Pengalaman pekerjaan atau profesi, pelajaran sekolah, kuliah, penataran atau pelatihan dan lain-lain.
  • Menyeleksi dan menetapkan ide
Syarat ide yang baik itu merujuk pada tiga hal yakni aktual, relevan, dan terjangkau.
  • Tetapkan topik secara spesifik
Dalam penulisan artikel, topik sebaiknya dirumuskan dalam satu kalimat yang utuh.
  • Pilih judul provokatif
Judul adalah pemicu daya tarik pertama pembaca untuk membaca artikel kita atau justru segera melewati dan melupakannya.
  • Rumuskan tesis secara ringkas
Tesis adalah pendapat utama dari keseluruhan uraian artikel yang kita tulis atau biasa disebut kesimpulan.
  • Buatlah kerangka sederhana
Untuk memudahkan dalam membuat tesis, sebelum kita menuangkan gagasan-gagasan kita, buatlah kerangka tesis terlebih dahulu.
  • Pilih referensi yang relevan
Sebenarnya terdapat berbagai cara yang bisa kita pakai ketika menulis kutipan untuk artikel, diantaranya menggunakan kutipan lengkap tanpa halaman kutipan. Kutipan yang hanya menyebutkan nama penulis, judul buku, dan tahun terbit, kota terbit, dan nama penerbit tidak dicantumkan, khusus untuk yang terakhir, kutipan seperti ini cukup sederhana dan para penulis menyukainya.
  • Menulis artikel yang sesungguhnya
Ketika semua persiapan telah selesai dan siap, maka waktunya menulis artikel yang sesungguhnya pun bisa dimulai.